Kecewa Dengan IDwebhost

Sekitar pertengahan bulan Desember 2010 kemarin saya diberi tugas dari sekolah untuk mencari hosting dengan kapasitas cukup besar, harga sesuai dengan anggaran yang ada dan administrasi pembayaran yang bisa mendukung terkait dengan SPJ.

Sedianya hosting tersebut akan kami gunakan untuk membangun Elearning System. Dan beberapa persiapan termasuk pelatihan kepada Guru juga sudah masuk dalam agenda kami.

IDwebhost, perusahaan yang bergerak dibidang sewa hosting dan berkantor di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 33 Yogyakarta 55161 itu akhirnya menjadi pilihan kami. Meskipun sebelumnya kami juga telah menggunakan layanan hosting di perusahaan lain. Karena alasan administrasi tersebut akhirnya kami putuskan untuk migrasi server ke IDwebhost.

Paket yang kami ambil adalah paket hosting idPro dengan kapasitas 1GB disk space dan 50GB bandwidth. Dari awal saya sudah mulai curiga. Kenapa paket pro kok terasa lambat sekali, apalagi jika diakses pada siang hari dengan menggunakan koneksi internet speedy. Server seperti mati suri.

Setelah saya amati dengan melakukan ping & trace ke server akhirnya diketahui bahwa server yang kami sewa seharga 60ribu/bln itu lokasinya berada di negeri paman sam alias US.

Ibarat membeli kucing dalam karung. Promo paket hosting IDwebhost tidak menyertakan detail lokasi server pada setiap paket yang dijual. Semoga ini bisa menjadi masukan bagi IDwebhost.

Doa Tatkala Dirundung Gundah, Sedih, dan Perasaan Tak Menentu

Ya Allah ada apa dengan diriku akhir-akhir ini. Gundah, resah, bingung dan perasaan gak menentu semua bercampur menjadi satu. Ya Allah ada apa ini? Kalau memang semua ini karena kesalahan & dosaku ampuni aku Ya Allah.

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadlin fiyya hukmuk, ‘adlun fiyya qadlaa’uk, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au ‘allamtahu ahadan min khalqika, awis ta’tsarta bihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka, an taj’alal Qur’aana rabii’a qalbii wanuura shadrii wajalaa’a huzni wa dzahaaba hammii.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.”

Baca lebih lanjut

Duit Bukan Segalanya Tapi Butuh Duit

Akhirnya aku putuskan juga untuk melanjutkan kontrak kerjaku di LPSE Kota Jogja. Meski kemarin sempat ada niat untuk tidak memperpanjang dengan alasan terlalu capek, tapi karena beberapa pertimbangan akhirnya lanjut lagi.

Ini sudah pertengahan lebih bulan kedua aku bekerja di sini. Tapi sampai  dengan hari ini apa yang menjadi hakku belum juga aku terima. Ya…gaji. Siapa saja yang bekerja pasti semuanya yang dicari itu. Apa lagi bagi yang sudah berkeluarga, masalah seperti ini bisa menjadi sangat sensitif. Tapi apa mau dikata, disini saya cuma pekerja. Kondisi pahit seperti ini tidak sekali dua kali terjadi. Dan tidak dimanapun itu. Pengalaman kerja ditempat yang lama pun juga tidak jauh beda.

Memang, duit bukan segala-galanya. tapi segalanya butuh duit. Duit = Masalah.